Posts Tagged ‘belajar’

Maukah Anda jika saya ajak untuk belajar “GOBLOK” ?

This item was filled under [ Wirausaha Mandiri ]

Jika sebelumnya saya pernah menuliskan “Antara Buruh dan Pengusaha” yang mempunyai persamaan kondisi diantara keduanya, di dalam postingan ini saya akan menunjukkan kelebihan orang goblok dari pada orang pinter.

Okey, ayo kita mulai…

Orang goblok biasanya lebih berani dibanding orang pintar.
Kenapa? Karena orang goblok sering tidak banyak pertimbangan dan tidak berfikir panjang. Dia cenderung berfikir “nothing to lose”. Sementara, orang pintar selalu banyak pertimbangan dan membuatnya menjadi lebih lamban dalam bertindak. Ini benar karena ketika saya masih merasa pintar dulu, saya tidak secepat sekarang dalam mengambil keputusan terutama untuk hal keuangan. Dan saya beruntung telah belajar menjadi orang goblok karena hasilnya sudah saya dapatkan.

Ketika orang pintar menepuh pendidikan tinggi untuk mencari kerja, orang goblok memilih membangun usaha untuk mendapatkan uang.
Maaf bukan bermaksud menjerumuskan Anda, karena saya juga pernah kuliah dan lulus dalam waktu 7 tahun tetapi akhirnya saya memilih untuk menikmati hasil sebagai orang goblok. Ternyata saya menghadapi banyak persaingan dalam dunianya orang pintar dalam mencari kerja. Suka duka saya jalani bahkan mungkin saya mengalami banyak susahnya, mengapa ? Karena saat itu saya berada dalam kondisi yang lebih buruk dibandingkan kondisi Anda saat ini (mungkin)……….
Kesimpulan dalam tulisan hari ini adalah belajar bersikap menjadi orang goblok yang melihat segala sesuatu dalam kehidupan ini dengan berfikir pendek yang positif……..

Continue reading...

Antara Uang, Keluarga dan Kebahagian

This item was filled under [ Motivasi ]

Sahabat G-Smart, Apakah Anda sudah mempersiapakan diri ?

Wow..! diluar sana ada yang bilang “uang bukanlah segalanya”. Sungguh luar biasa ! berarti mereka adalah orang-orang yang telah berkecukupan bahkan bergelimang harta, memiliki rekening tabungan di mana-mana (banyak Bank), mobil pribadinya lebih dari 2 yang parkir di garasi dan masih banyak lagi aset yang dia miliki. Lalu apanya yang masih kurang ?

(satu pendapat yang berbeda) Atau mungkin orang yang mampu berkata begitu adalah orang-orang yang berada dalam kondisi E-LIT (Ekonomi suLIT). Lalu mengapa mereka berkata begitu?

Ya, karena susah mendapatkan uang to ! sudah memutar otak, berusaha sekuat tenaga, banting tulang tetapi tidak mengahasilkan apa-apa, tidak punya harta, tidak memiliki rekening tabungan, tidak punya mobil, bahkan rumahpun ngontrak sampai tua. Dia tidak mempunyai kemampuan untuk merubah kondisi hidupnya karena kelelahan sehingga untuk mengobati rasa kecewanya hanya mampu bilang “bahwa uang bukanlah segalanya”…oh nasib, nasib-nasib. Lalu Apakah Anda mau menolong mereka?

Cobalah merenung sebentar saja…temukan kalimat “UANG BUKANLAH SEGALANYA” lalu rasakan dalam hati dan kondisikan dalam diri Anda.

Apa yang Anda temukan disana ? Benarkah bahwa Uang bukanlah segalanya bagi Anda dan amankah Anda dengan kalimat itu?

Jika saat ini Anda masih membutuhkan uang sebagai sarana untuk cukup dalam berbagai aspek hidup, sudah saatnya Anda mulai belajar. Karena dulu saya juga mulai dari tempat Anda berdiri saat ini, bahkan mungkin lebih parah, dimana gaji sebulan saya tidak dapat mencukupi untuk membayar biaya perawatan rumah sakit 1 malam ayah saya.

Continue reading...